Blockchain Berbasis Permission dan Permissionless

Di dalam suatu blockchain yang permissionless , secara virtual siapa pun dapat berpartisipasi, dan setiap partisipan adalah anomimus/tidak diketahui namanya. Di dalam konteks seperti itu, tidak ada kepercayaan kecuali kepercayaan kepada blockchain itu sendiri, yakni karena imutabilitasnya. Untuk mengurangi kurangnya kepercayaan, blockchain permissionless secara khas menggunanakan suatu kriptokarensi natif yang “mined” atau ‘ditambang’ atau biaya transaksi untuk menyediakan insentif ekonomi untuk mengimbangi ongkos yang besar dalam bentuk konsensus byzantine fault tolerant berbasiskan “proof of work” (PoW).

Blockchain Permissioned sebaliknya, mengoperasikan suatu blockchain di antara orang-orang yang saling mengenal, teridentifikasi dan sering kali partisipan yang sudah lama beroperasi di bawah suatu model pengaturan yang menghasilkan suatu tingkat kepercayaan tertentu. Suatu blockchain yang permissioned menyediakan suatu cara untuk mengamankan interaksi di antara sekelompok entitas yang memiliki tujuan bersama tetapi yang tidak selalu saling percaya secara penuh satu sama lain. Dengan berpegang pada identitas dari para partisipan, suatu blockchain yang permissioned dapat menggunakan crash fault tolerant (CFT) yang lebih tradisional atau protokol konsensus byzantine fault tolerant (BFT) yang tidak memerlukan ongkos mining.

Sebagai tambahan, di dalam konteks permissioned yang demikian, adanya resiko dari seorang partisipan yang secara sengaja memperkenalkan kode jahat melalui smart contract, dikurangi. Pertama, partisipan saling mengenal satu sama lain dan semua tindakan, apakah men-submit transaksi aplikasi, merubah konfigurasi jaringan atau men-deploy suatu smart contract semuanya direkam di dalam blockchain yang mengikuti kebijakan dorongan yang ditetapkan untuk jaringan tersebut dan tipe transaksi yang relevan. Berbeda dengan blockchain permissionless yang benar-benar tidak ada namanya, pada blockchain permissioned pihak yang bersalah dapat dengan mudah diidentifikasi dan penanganan insiden tersebut sesuai dengan ketetapan-ketetapan dari model kepemimpinannya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top