Privasi dan Kerahasiaan

Seperti telah kita diskusikan, di dalam suatu jaringan blockchain yang permissionless dan publik, yang menggunakan PoW untuk model konsensusnya, transaksi dieksekusi pada setiap node. Ini bermakna bahwa tidak ada kerahasiaan kontrak, maupun kerahasiaan transaksi data yang diproses oleh node-node itu. Setiap transaksi, dan kode yang menerapkan transaksi itu, dibuat nampak kepada setiap node di dalam jaringan. Dalam kasus ini, kita telah memperdagangkan kerahasiaan kontrak dan data untuk konsensus byzantine fault tolerant yang dikirim oleh PoW.

Kurangnya kerahasiaan ini dapat menjadi masalah untuk banyak kasus penggunaan di dunia bisnis/usaha. Contoh, di dalam suatu jaringan perkongsian supply-chain, beberapa pelanggan mungkin diberi harga khusus sebagai sarana mempererat hubungan, atau untuk mempromosikan penjualan lain. Apabila setiap partisipan dapat melihat setiap kontrak dan transaksi, maka menjadi tidak mungkin untuk mengelola hubungan bisnis seperti itu di dalam suatu jaringan yang benar-benar transparan — karena nantinya, setiap orang meminta harga khusus juga!

Adapun untuk contoh kedua, mempertimbangkan industri sekuritas, di mana seorang pedagang membangun suatu posisi (di mana yang satu mengalahkan yang lain) dan tidak ingin pesaingnya mengetahui ini, hal ini dapat membuat posisi menjadi lemah.

Guna mengatasi kurangnya privasi dan kerahasiaan untuk keperluan tuntutan kasus penggunaan di dunia usaha, platform blockchain telah mengadopsi banyak pendekatan.

Mengenkripsi data adalah salah satu pendekatan untuk menyediakan kerahasiaan; tetapi, di dalam suatu jaringan yang permissionless yang menggunakan PoW untuk konsensusnya, data yang dienkripsi ada di setiap node. Apabila diberi cukup waktu dan sumberdaya komputasi, enkripsi tersebut dapat dipatahkan. Untuk banyak kasus penggunaan di dunia usaha, resiko bocornya informasi tidak dapat diterima.

Zero knowledge proofs (ZKP) adalah bidang lain penelitian yang dijelajahi untuk mengatasi masalah ini, trade-off di sini menjadi hal tersebut, saat ini, mengkomputasi suatu ZKP memerlukan banyak sekali waktu dan sumber daya komputasi. Dengan demikian, trade-off di dalam kasus ini adalah yang menjadi performa untuk kerahasiaan.

Di dalam suatu konteks yang permissioned yang dapat mengangkat bentuk alternatif dari konsensus, seseorang mungkin menjelajahi pendekatan yang melarang penyebaran informasi rahasia secara ekslusif untuk mengotorisasi node.

Hyperledger Fabric, menjadi suatu platform yang permissioned, yang membolehkan kerahasiaan melalui arsitektur channel-nya dan fitur data privatnya. Di dalam channel, partisipan pada suatu jaringan Fabric menetapkan suatu sub-network di mana setiap anggota memiliki visibilitas kepada suatu set tertentu dari transaksi. Dengan begitu, hanya node yang berpartisipasi dalam suatu channel yang memiliki akses kepada smart contract (chaincode) dan data yang ditransaksikan, memelihara privasi dan kerahasiaan secara bersamaan. Data privat membolehkan pengumpulan antara anggota dalam suatu channel, membolehkan banyak proteksi yang sama seperti channel tanpa adanya pengelolaan yang membebani pembuatan dan pengurusan suatu channel yang terpisah.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top