Pengantar Memahami Terminal Linux

Pengantar

Tutorial ini, adalah yang pertama di dalam serangkaian tutorial yang mengajarkan dasar-dasar Linux sebagai fondasi bagi pengguna baru, yang mencakup cara memulai dengan terminal, command line Linux, dan mengeksekusi perintah. Apabila Anda baru pertama kali menggunakan Linux, Anda tentu ingin mengakrabkan diri dengan terminal, karena terminal merupakan cara standar untuk berinteraksi dengan suatu server Linux. Menggunakan command line terlihat seperti sulit tetapi sebenarnya sangat mudah apabila Anda memulai dengan dasar-dasarnya.

Tutorial ini dibuat menggunakan Ubuntu 16.04 tetapi prinsip-prinsip umum yang ada pada terminal dapat digunakan pada semua distribusi Linux.

Mari kita mulai dengan emulator terminal.

Emulator Terminal

Emulator terminal adalah suatu program yang membolehkan penggunaan terminal di dalam lingkungan grafis. Karena sebagian besar orang menggunakan sistim operasi dengan graphical user interface (GUI) untuk keperluan berkomputer sehari-hari, penggunaan dari emulator terminal adalah harus untuk sebagian besar pengguna server Linux.

Berikut ini adalah beberapa emulator terminal yang biasa digunakan oleh sistim operasi:

    Mac OS X: Terminal (default), iTerm 2
    Windows: PuTTY
    Linux: Terminal, KDE Konsole, XTerm

Setiap emulator terminal memiliki seperangkat fiturnya sendiri-sendiri, tetapi semua yang ditulis di atas adalah terminal yang bagus dan mudah digunakan.

Shell

Di dalam suatu sistim Linux, shell adalah suatu antar muka (interface) command-line yang meng-interpret/menafsirkan suatu perintah dari pengguna dan juga file-file berisi skrip, dan mengatakan kepada sistim operasi apa yang harus dilakukan dengan perintah-perintah itu. Ada beberapa shell yang secara luas digunakan, seperti Bourne shell (sh) dan C shell (csh). Setiap shell memiliki seperangkat fiturnya sendiri dan seluk-beluknya, berkenaan dengan bagaimana perintah ditafsirkan, tetapi bahkan semua fitur redirection/pengalihan input dan output, variable, dan condition-testing, berada di antara hal-hal lainnya.

Tutorial ini ditulis menggunakan Bourne-Again shell yang biasanya dirujuk sebagai bash, yang merupakan shell default bagi sebagian distribusi Linux, termasuk Ubuntu, CentOS, dan RedHat.

Command Prompt

Pertama kali Anda login kepada suatu server, biasanya Anda disapa oleh pesan Message of the Day (MOTD), yang berisi pesan informasi yang menyertakan versi dari distribusi Linux yang sedang berjalan. Setelah MOTD tersebut, Anda akan didaratkan pada command prompt, atau shell prompt, di mana Anda dapat mengeluarkan perintah kepada server.

Informasi yang disajikan pada command prompt dapat disesuaikan oleh usernya, tetapi di sini ada contoh default dari command prompt Ubuntu 16.04:

joko@webapp:~$

Berikut ini adalah rincian komposisi dari command prompt:

    joko: Nama pengguna/username dari pengguna saat ini
    webapp: Namahost/hostname dari server tersebut
    ~: Direktori saat ini. Di dalam bash, yang merupakan shell default, tanda ~, atau tilde, adalah suatu karakter khusus yang merupakan kependekan dari path dari direktori home pengguna saat ini; dalam hal ini, ia mewakili /home/joko
    $: Simbol prompt. Ini merupakan akhir dari command prompt, yang setelah itu input dari keyboard pengguna akan muncul

Berikut adalah contoh dari tampilan command prompt, apabila Anda masuk sebagai root dan berada di dalam direktori /var/log:

root@webapp:/var/log#

Catatan, simbol yang mengakhir command prompt adalah suatu tanda #, yang merupakan simbol prompt standar untuk root. Di dalam Linux, pengguna root adalah akun superuser, yang merupakan akun pengguna khusus yang dapat melakukan fungsi administrasi sistim secara keseluruhan yang tidak dibatasi oleh apa pun untuk melakukan suatu tugas pada suatu server.

Mengeksekusi Perintah/Command

Perintah dapat dikeluarkan pada command prompt dengan menyebutkan nama file yang dapat dieksekusi, yang merupakan program biner atau suatu script. Ada banyak perintah standar di Linux dan utilitasnya yang terpasang di dalam OS, yang membolehkan Anda untuk melakukan navigasi pada file system, memasang/meng-install dan paket-paket software, dan mengkonfigurasi sistim dan aplikasi.

Suatu instance dari suatu perintah yang berjalan dikenal sebagai suatu process. Ketika suatu perintah dieksekusi pada foreground, yang merupakan cara default untuk mengeksekusi perintah, user harus menunggu proses tersebut hingga selesai sebelum dikembalikan kepada command prompt, untuk melakukan eksekusi perintah berikutnya.

Penting dicatat bahwa hampir segala sesuatu di dalam Linux adalah case-sensitive atau dibedakan antara huruf kecil dan huruf besar, termasuk file dan nama direktori, perintah, argumen, dan opsi-opsinya. Apabila sesuatu tidak bekerja seperti yang diharapkan, periksalah ulang ejaan dan besar kecil huruf dari perintah tersebut!

Kami akan memberikan sedikit contoh yang akan mencakup dasar-dasar pengeksekusian perintah.

Tanpa Argumen atau Opsi

Untuk mengeksekusi perintah tanpa argumen atau opsi apa pun, cukup ketik nama dari perintah dan tekan RETURN/Enter.
Catatan, Return dan Enter pada dasarnya adalah dua tombol yang berbeda. Return berada pada jajaran tombol huruf dan Enter berada pada jajaran tombol angka pada keyboard. Tetapi keduanya umumnya berfungsi sama dan berbeda pada penggunaan beberapa software.

Apabila Anda menjalankan suatu perintah seperti ini, keluaran akan berbeda dari satu perintah dengan perintah lainnya. Misal, apabila Anda menjalankan perintah cd tanpa argumen apa pun, Anda akan dikembalikan kepada direktori home Anda. Perintah ls akan menghasilkan keluaran berupa daftar file dan direktori yang ada di dalam direktori tersebut. Perintah ip tanpa argumen apa pun akan menghasilkan pesan yang menunjukkan kepada Anda bagaimana menggunakan perintah ip.

Cobalah menjalankan perintah ls tanpa argumen untuk melihat daftar file dan direktori di dalam direktori Anda saat ini (mungkin tidak ada keluarannya):

ls

Dengan Argumen

Banyak perintah yang menerima argumen, atau parameter, yang dapat mempengaruhi behavior/tingkah-laku dari suatu perintah. Sebagai contoh, cara yang paling lazim untuk menggunakan perintah cd adalah dengan memberikan satu argumen tunggal yang menyebutkan ke direktori mana berpindah. Misal, untuk berpindah dari direktori /usr/bin, di mana banyak perintah standar terpasang, Anda akan mengeluarkan perintah berikut:

cd /usr/bin

Komponen cd adalah perintahnya, dan argumen pertama /usr/bin mengikuti perintah tersebut. Lihatlah bagaimana path pada command prompt Anda telah berubah.

Apabila Anda suka, cobalah menjalankan perintah ls untuk melihat apa saja yang ada di dalam direktori Anda saat ini setelah Anda berpindah.

ls

Dengan Opsi

Sebagian besar perintah menerima opsi, juga dikenal sebagai flag atau switch, yang merubah tingkah laku dari perintah tersebut. Karena semuanya itu adalah argumen khusus, yakni opsi yang mengikuti suatu perintah, dan ditandakan oleh suatu karakter tunggal – (setrip) yang diikuti oleh satu atau lebih banyak opsi, yang diwakili oleh huruf tunggal kecil atau besar. Sebagai tambahan, beberapa opsi dimulai dengan — (setrip ganda), dan diikuti oleh satu atau dua karakter opsi (biasanya suatu kata yang deskriptif).

Untuk satu contoh dasar mengenai bagaimana opsi bekerja, mari lihat pada perintah ls. Di sini ada sepasang dari opsi yang lazim dan biasa digunakan dengan perintah ls:

    -l: menghasilkan suatu keluaran long listing atau daftar panjang, yang menyertakan rincian ekstra seperti permisi/izin, kepemilikan, ukuran file, dan timestamp
    -a: menghasilkan suatu daftar dari semua file, termasuk yang tersembunyi (yang dimulai dengan tanda titik . )

Untuk menggunakan flag -l dengan ls, gunakan perintah berikut:

ls -l

Catatan: daftar keluaran dari perintah tersebut menyertakan file yang sama seperti sebelumnya, tetapi disertai dengan informasi tambahan mengenai setiap file.

Seperti disebutkan sebelumnya, beberapa opsi dapat dikelompokkan bersama. Apabila Anda ingin menggunakan opsi -l dan -a bersama-sama, Anda dapat menjalankan perintah ls -l atau ls -a, atau gabungkan kedua perintah itu seperti berikut:

ls -la

Catatan, daftar tersebut menyertakan direktori-direktori satu titik tersembunyi . dan dua titik tersembunyi .. di dalam listing tersebut, karena adanya opsi -a.

Dengan Opsi dan Argumen

Opsi dan argumen hampir selalu dapat dikombinasikan, ketika menjalankan perintah.

Misal, Anda dapat memeriksa isi dari direktori /home, tanpa memperhatikan direktori di mana saat ini Anda berada, dengan menjalankan perintah ls yang diikuti dengan /home:

ls -la /home

Dalam perintah tersebut, ls adalah perintahnya, -la adalah opsinya, dan /home adalah argumen yang menandakan file atau direktori mana yang hendak diperlihatkan isinya. Perintah ini seharusnya mengeluarkan rincian dari isi direktori /home, yang mana direktori home tersebut adalah direktori yang secara normal ada di setiap pengguna dari server tersebut.

Variabel Environtment

Variabel environtment adalah nilai yang digunakan untuk merubah cara bagaimana perintah dieksekusi. Ketika Anda pertama kali masuk ke suatu server, beberapa variabel environtment akan diatur menurut beberapa file konfigurasi secara default.

Melihat Semua Variabel Environment

Untuk melihat semua dari variabel environtment yang diatur untuk suatu sesi terminal secara khusus, jalankanlah perintah env:

env

Akan ada banyak hasil keluaran, tetapi coba lihat pada keluaran PATH:

PATH=/usr/local/sbin:/usr/local/bin:/usr/sbin:/usr/bin:/sbin:/bin:/usr/games:/usr/local/games

Variabel environtment PATH adalah suatu daftar yang dipisahkan oleh tanda titik dua yang memisahkan direktori di mana shell akan mencari program-program atau skrip-skrip yang dapat dieksekusi ketika suatu perintah dikeluarkan. Misal, perintah env berlokasi di direktori /usr/bin, dan kita dapat mengeksekusinya tanpa menyebutkan lokasinya secara penuh karena pathnya ada di dalam variabel environtment PATH.

Melihat Nilai dari suatu Variabel

Nilai dari suatu variabel environtment dapat diperoleh dengan menaruh nama variabel dengan suatu tanda $. Tindakan tersebut akan memperpanjang variabel yang dirujuk kepada nilainya.

Sebagai contoh, untuk menghasilkan nilai dari variabel PATH, Anda dapat menggunakan perintah echo:

echo $PATH

Atau Anda dapat menggunakan variabel HOME, yang secara defaultnya diatur kepada direktori home, untuk berpindah kepada direktori home sebagai berikut:

cd $HOME

Apabila Anda mencoba mengakses suatu variabel environment yang belum ditetapkan, dia tidak akan diperpanjang; isinya string kosong.

Menetapkan Variabel Environtment

Sekarang Anda mengetahui bagaimana melihat variabel environtment. Anda juga perlu mempelajari bagaimana mengaturnya.

Untuk mengatur variabel environtment, semua yang diperlukan adalah mengatur nama variabel, yang diikuti segera dengan suatu tanda = (sama dengan), lalu kemudian diikuti dengan nilai yang diinginkan:

VAR=value

Catatan, apabila Anda menetapkan suatu variabel yang telah ada, maka nilai yang aslinya akan diperbarui. Apabila variabel tersebut tidak ada, maka variabel itu akan diciptakan.

Bash menyertakan suatu perintah yang disebut export yang mengekspor suatu variabel sehingga variabel itu akan diwarisi oleh child process. Dalam istilah sederhana, ini membolehkan Anda untuk menggunakan skrip yang mereferensi suatu variabel environtment yang diekspor dari sesi Anda saat ini. Apabila masih belum jelas mengenai apa yang dimaksud, jangan cemas. Seiring dengan berjalannya waktu, insya Allah akan dapat dipahami.

Anda juga dapat merujuk kepada variabel yang ada ketika mengatur suatu variabel. Misal, apabila Anda memasang suatu aplikasi ke direktori /opt/app/bin, Anda dapat menambahkan ke direktori itu pada akhir dari variabel environtment Anda, suatu PATH dengan perintah berikut:

export PATH=$PATH:/opt/app/bin

Sekarang periksalah bahwa /opt/app/bin telah ditambahkan kepada akhir dari variabel PATH Anda dengan perintah echo:

echo $PATH

Ingatlah bahwa mengatur variabel environment dengan cara ini hanya mengatur untuk sesi saat ini. Ini bermakna bahwa apabila Anda keluar atau berpindah kepada sesi lain, perubahan yang Anda buat kepada environment tidak akan disimpan. Ada suatu cara untuk melakukan perubahan permanen atas variabel environment, tetapi ini akan dicakup pada tutorial mendatang.

Kesimpulan

Sekarang Anda telah mempelajari mengenai dasar-dasar dari terminal di Linux (dan beberapa perintah), sehingga Anda seharusnya sudah memiliki fondasi yang bagus untuk memperluas pengetahuan Anda mengenai perintah-perintah di Linux. Bacalah tutorial berikutnya di dalam rangkaian ini untuk mempelajari bagaimana melakukan navigasi, melihat, dan meng-edit file dan izin/permisi dari file-file itu.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top