Pengelolaan File dan Navigasi Dasar di Linux

Pengantar

Apabila Anda belum memiliki banyak pengalaman bekerja dengan sistim Linux, Anda mungkin bingung dengan banyaknya perintah sistim operasi pada command line. Dalam panduan ini, kami akan mencoba mengajak Anda maju dengan cepat.

Panduan ini bukan hendak mencakup semua yang Anda perlukan untuk secara efektif menggunakan sistim Linux. Tetapi, tetapi ia dapat menjadi pendorong untuk eksplorasi lebih jauh. Panduan ini akan memberi Anda hal minimal yang paling sederhana yang perlu Anda ketahui sebelum berlanjut pada panduan berikutnya.

Prasyarat dan Tujuan

Anda juga perlu memahami bagaimana cara terminal bekerja dan tampilan dari perintah yang dijalankan. Panduan ini mencakup dasar-dasar terminal. Anda dapat memeriksanya di bagian arsip untuk panduan lainnya apabila Anda pertama kali menggunakannya.

Semua materi di dalam panduan ini dapat dikerjakan menggunakan akun pengguna non-root (non-administratif). Anda dapat mempelajari bagaimana cara mengkonfigurasi jenis akun user ini dengan mengikuti panduan awal penyetelan server Ubuntu.

Ketika Anda siap untuk memulai, terhubunglah kepada server Linux menggunakan SSH dan lanjutkan langkah-langkah di bawah ini.

Navigasi dan Eksplorasi

Ini adalah keahlian yang paling mendasar yang Anda perlukan untuk berkuasa di seputaran filesystem dan mencari tahu apa saja yang ada di sekitaran. Kita akan mendiskusikan tools yang membolehkan Anda untuk melakukan hal tersebut di bagian ini.

Mencari Tahu di Mana Anda Berada dengan Perintah “pwd”

Ketika Anda masuk ke dalam suatu server, biasanya Anda dijatuhkan di direktori home pengguna. Suatu direktori home adalah direktori yang dibuat untuk satu pengguna guna menyimpan file dan menciptakan direktori lainnya. Itu adalah lokasi di dalam filesystem di mana Anda berkuasa penuh.

Untuk menemukan di mana direktori home Anda berada sehubungan dengan filesystem selebihnya, Anda dapat menggunakan perintah pwd. Perintah ini menampilkan direktori di mana kita berada saat ini:

pwd

Anda seharusnya memperoleh informasi seperti berikut:

/home/joko

Direktori home berada sebelum nama pengguna, sehingga contoh di atas muncul apabila Anda masuk ke server di mana ada pengguna dengan nama joko. Direktori ini ada pada direktori yang disebut /home, di mana ia berada pada direktori tingkat atas, yang disebut “root” yang namanya diwakili oleh tanda slash “/”.

Melihat Isi Direktori menggunakan “ls”

Sekarang Anda tahu bagaimana cara menampilkan di mana Anda berada. Kemudian kami dapat menunjukkan kepada Anda bagaimana cara melihat isi direktori.

Sekarang, direktori home Anda yang kita lihat di atas, di situ tidak banyak yang dapat dilihat, sehingga kita akan berpindah ke direktori lain, yang lebih banyak isinya untuk dijelajahi. Ketikkanlah perintah berikut pada terminal untuk berpindah ke direktori ini (kami akan menjelaskan rincian dari berpindah direktori pada bagian berikutnya). setelah itu kita akan menggunakan pwd untuk mengkonfirmasi bahwa kita telah berhasil berpindah:

cd /usr/share
pwd

/usr/share

Sekarang kita berada di dalam direktori baru, mari lihat apa yang ada di dalamnya. Untuk melakukan ini, kita dapat menggunakan perintah ls:

ls


adduser            groff                          pam-configs
applications       grub                           perl
apport             grub-gfxpayload-lists          perl5
apps               hal                            pixmaps
apt                i18n                           pkgconfig
aptitude           icons                          polkit-1
apt-xapian-index   info                           popularity-contest
. . .

Seperti yang dapat Anda lihat, ada banyak item di dalam direktori ini. Kita dapat menambahkan flag pada perintah tersebut untuk merubah tingkah laku defaultnya. Misal, untuk mendaftar semua isi dalam bentuk yang lebih banyak, kita dapat menggunakan flag -l (untuk output “long”):

ls -l


total 440
drwxr-xr-x   2 root root  4096 Apr 17  2014 adduser
drwxr-xr-x   2 root root  4096 Sep 24 19:11 applications
drwxr-xr-x   6 root root  4096 Oct  9 18:16 apport
drwxr-xr-x   3 root root  4096 Apr 17  2014 apps
drwxr-xr-x   2 root root  4096 Oct  9 18:15 apt
drwxr-xr-x   2 root root  4096 Apr 17  2014 aptitude
drwxr-xr-x   4 root root  4096 Apr 17  2014 apt-xapian-index
drwxr-xr-x   2 root root  4096 Apr 17  2014 awk
. . .

Tampilan ini memberi kita banyak informasi, sebagian besar nampak tidak biasa. Blok pertama menggambarkan jenis file (Apabila kolom pertama berawalan “d” maka item tersebut adalah suatu direktori, dan apabila item tersebut berawalan “-”, maka itu adalah file) dan izin-izinnya. Setiap kolom berikutnya, dipisahkan oleh whitespace, menggambarkan jumlah dari hard links, pemilik, grup pemilik, ukuran item, waktu terakhir dimodifikasi, dan nama dari item tersebut. Kita akan menggambarkan beberapa dari ini di waktu yang lain, tetapi untuk sekarang, sekedar untuk tahu bahwa Anda dapat menampilkan informasi ini dengan flag -l dari perintah ls.

Untuk mendapatkan daftar dari semua file, termasuk file dan direktori yang tersembunyi, Anda dapat menambahkan flag -a. Karena tidak ada file tersembunyi di dalam direktori /usr/share, marilah kita kembali kepada direktori home dan mencoba perintah ini di sana. Anda dapat kembali kepada direktori home dengan mengetikkan cd tanpa argumen:

cd
ls -a

. .. .bash_logout .bashrc .profile

Seperti dapat Anda lihat, ada tiga file tersembunyi di dalam demonstrasi ini, bersama dengan . dan .., yang merupakan indikator khusus. Anda akan sering menemukan itu, file konfigurasi disimpan sebagai file hidden, seperti dalam kasus di sini.

Untuk tanda titik dan titik ganda, ini bukanlah direktori. Tanda titik menandakan direktori saat ini, dan tanda titik ganda menandakan direktori di atasnya. Ini akan dijelaskan pada bagian berikutnya.

Berpindah di Antara Filesystem dengan “cd”

Kita telah membuat dua perpindahan direktori untuk mendemonstrasikan beberapa properti dari ls di dalam bagian terakhir. Marilah kita maju lebih jauh lagi.

Mulailah dengan kembali ke direktori /usr/share dengan mengetikkan ini:

cd /usr/share

Ini adalah contoh merubah suatu directory dengan memberikan path absolute. Di dalam Linux, setiap file dan direktori berada di bawah direktori yang paling atas, yang disebut direktori “root”, yang dirujuk oleh tanda slash “/”. Path absolute menandakan lokasi dari suatu sehubungan dengan direktori tingkat atas ini. Ini membolehkan kita merujuk kepada direktori dengan tujuan yang jelas dari suatu tempat di dalam filesystem. Setiap path absolut harus diawali dengan suatu slash.

Alternatifnya adalah menggunakan path relatif. Path relatif merujuk kepada direktori sehubungan dengan direktori saat ini. Untuk direktori yang dekat dengan direktori saat ini di dalam hierarki, biasanya lebih mudah dan lebih pendek. Setiap direktori di dalam direktori saat ini dapat direferensikan dengan nama tanpa diawali dengan slash. Kita dapat berpindah kepada direktori locale di dalam direktori /usr/share di dalam lokasi saat ini dengan mengetik:

cd locale

Begitu pula kita dapat memindahkan banyak tingkat direktori dengan path relatif dengan menyediakan porsi dari path yang datang setelah path direktori saat ini. Dari sini, kita dapat menuju direktori LC_MESSAGES di dalam direktori en dengan mengetik:

cd en/LC_MESSAGES

Untuk kembali, menuju ke direktori atas dari direktori saat ini, kita menggunakan indikator khusus titik ganda yang sudah kita bicarakan sebelumnya. Misalnya, sekarang kita ada di direktori /usr/share/locale/en/LC_MESSAGES. Untuk naik satu tingkat kita dapat mengetik:

cd ..

Perintah ini membawa kita kepada direktori /usr/share/locale/en

Suatu jalan pintas yang Anda lihat lebih awal yang akan selalu membawa Anda kembali kepada direktori home adalah menggunakan cd tanpa menyediakan suatu direktori:

cd
pwd

/home/joko

Untuk mempelajari lebih banyak mengenai bagaimana cara menggunakan tiga perintah ini, Anda dapat mempelajari panduan kami mengenai eksplorasi filesystem Linux.

Melihat File

Di dalam seksi terakhir, kita telah mempelajari sedikit mengenai bagaimana melakukan navigasi pada filesystem. Anda mungkin melihat beberapa file ketika menggunakan perintah ls di berbagai direktori. Di dalam bagian ini, kita akan mendiskusikan cara-cara yang berbeda yang dapat Anda gunakan untuk melihat file. Berbeda dengan beberapa sistim operasi, Linux dan sistim operasi yang semisal Unix lainnya bergantung pada file plain text untuk porsi yang besar dari sistem.

Cara utama kita melihat isi file adalah dengan perintah less. Inilah yang kita sebut “pager”, karena ia membolehkan kita untuk menggulir ke bawah halaman dari suatu file. Ketika perintah sebelumnya dengan segera dieksekusi dan dikembalikan kepada Anda pada command line, less adalah aplikasi yang akan berlanjut berjalan dan menduduki layar sampai Anda keluar.

Kita akan membuka file /etc/services, yang merupakan suatu file konfigurasi yang memuat informasi service/layanan yang diketahui oleh sistem:

less /etc/services

File tersebut akan dibuka di dalam less, membolehkan Anda untuk melihat porsi dari dokumen yang cocok di dalam area dari jendela terminal:


# Network services, Internet style
#
# Note that it is presently the policy of IANA to assign a single well-known
# port number for both TCP and UDP; hence, officially ports have two entries
# even if the protocol doesn't support UDP operations.
#
# Updated from http://www.iana.org/assignments/port-numbers and other
# sources like http://www.freebsd.org/cgi/cvsweb.cgi/src/etc/services .
# New ports will be added on request if they have been officially assigned
# by IANA and used in the real-world or are needed by a debian package.
# If you need a huge list of used numbers please install the nmap package.

tcpmux          1/tcp                           # TCP port service multiplexer
echo            7/tcp
. . .

Untuk menggulir, Anda dapat menggunakan tombol panah atas dan bawah pada keyboard Anda. Untuk turun satu halaman, Anda dapat menggunakan tombol spasi atau tombol “Page Down” pada keyboard Anda, atau shortcut CTRL-f.

Untuk menggulir ke atas, Anda dapat menggunakan tombol “Page Up” atau shortcut CTRL-b pada keyboard.

Untuk mencari beberapa text di dalam dokumen tersebut, Anda dapat mengetikkan suatu forward slash “/” yang diikuti dengan istilah yang hendak dicari. Misal, untuk mencari “mail”, kita akan mengetikkan:

/mail

Perintah ini akan mencari di seluruh dokumen dan berhenti pada hasil yang pertama. Untuk mencari hasil yang berikutnya, Anda dapat mengetikkan huruf n kecil:

n

Untuk kembali kepada hasil pencarian sebelumnya, gunakan huruf N besar:

N

Apabila Anda ingin keluar dari program less, Anda dapat mengetikkan q untuk keluar:

q

Ketika berfokus pada tool less di dalam bagian ini, banyak cara lain melihat suatu file. Perintah cat menunjukkan isi file dan mengembalikan kepada Anda hasilnya dengan segera. Perintah head, secara default, menunjukkan sepuluh baris pertama dari file tersebut. Begitu pula, perintah tail menunjukkan sepuluh baris terakhir secara default. Perintah-perintah ini memperlihatkan isi file dalam cara yang berguna untuk “piping” kepada program lain. Kita akan mendiskusikan konsep ini dalam panduan di lain kesempatan.

Cobalah berbagai perintah tersebut untuk melihat isi dari file /etc/services.

Manipulasi File dan Direktori

Kita telah mempelajari di bagian terakhir bagaimana cara untuk lihat suatu file. Di bagian ini, kita akan menunjukkan bagaimana menciptakan dan memanipulasi file dan direktori.

Menciptakan File menggunakan “touch”

Banyak perintah dan program yang dapat menciptakan file. Metode yang paling dasar menciptakan suatu file adalah dengan perintah touch. Ini akan menciptakan suatu file kosong menggunakan nama dan lokasi yang tertentu.

Pertama, kita akan memastikan kita berada di direktori home, karena ini adalah lokasi di mana kita memiliki izin untuk menyimpan file. Kemudian, kita dapat menciptakan suatu file yang disebut filejoko dengan mengetikkan:

cd
touch filejoko

Sekarang, apabila kita melihat file di dalam direktori kita, kita dapat melihat file yang baru diciptakan:

ls
filejoko

Apabila kita menggunakan perintah ini pada file yang telah ada, perintah tersebut mengupdate data yang disimpan oleh filesystem kita pada saat ketika file tersebut terakhir kali diakses dan dimodifikasi. Ini tidak terlalu banyak dipergunakan saat ini.

Kita juga dapat menciptakan banyak file pada saat yang sama. Kita juga dapat menggunakan path absolut. Misal, apabila akun pengguna kita disebut demo, kita akan mengetikkan:

touch /home/joko/filejoko2 /home/joko/filejoko3
ls
filejoko filejoko2 filejoko3

Menciptakan suatu Direktori menggunakan “mkdir”

Sama seperti perintah touch, perintah mkdir membolehkan kita untuk menciptakan direktori kosong.

Misal, untuk menciptakan direktori di dalam direktori home kita semisal jokotest, kita akan mengetikkan:

cd
mkdir jokotest

Kita dapat membuat suatu direktori semisal direktori bernama ‘contoh’ di dalam direktori jokotest dengan mengetikkan:

mkdir jokotest/contoh

Supaya perintah tersebut bekerja, direktori jokotest harus terlebih dahulu ada. Supaya perintah mkdir dapat menciptakan direktori induk yang sebelumnya tidak ada, Anda dapat menggunakan opsi -p. Ini membolehkan Anda untuk menciptakan direktori bersarang dalam satu langkah. Kita dapat menciptakan suatu struktur direktori yang tampak seperti dir/lain/direktori dengan mengetikkan:

mkdir -p dir/lain/direktori

Perintah tersebut pertama akan membuat direktori dir, kemudian ia akan menciptakan direktori lain di dalam direktori dir. Akhirnya, ia akan menciptakan direktori direktori di dalam dua direktori tadi.

Memindahkan dan Menamai Ulang File dan Direktori dengan “mv”

Kita dapat memindahkan suatu file kepada suatu lokasi baru menggunakan perintah mv. Misal, kita dapat memindahkan filejoko1 ke dalam direktori coba dengan mengetikkan perintah:

mv filejoko1 coba

Untuk perintah ini, kita memberikan semua dari item yang ingin kita pindahkan tersebut, dengan lokasi untuk memindahkan item itu di akhir perintah. Kita dapat memindahkan kembali file tersebut kepada direktori home kita dengan menggunakan referensi titik khusus untuk merujuk kepada direktori kita saat ini. Sebelumnya kita perlu memastikan bahwa kita berada di direktori home, dan kemudian eksekusilah perintah berikut:

cd # ini untuk berpindah ke direktori home
mv coba/filejoko1 .

Di awal, ini terlihat tidak intuitif, tetapi perintah mv juga digunakan untuk me-rename file dan direktori. Intinya, memindahkan atau atau menamai ulang keduanya sebenarnya bekerja dengan cara menyesuaikan lokasi dan nama untuk item yang ada.

Sehingga untuk me-rename direktori coba menjadi direktori cobain, kita akan mengetikkan:

mv coba cobain

Catatan: Adalah penting untuk menyadari bahwa sistim Linux Anda tidak akan mencegah Anda dari tindakan-tindakan yang bersifat merusak. Apabila Anda menamai ulang suatu file dan memilih suatu nama yang telah ada padahal itu file berisi data penting, file sebelumnya akan ditulis ulang dengan file yang Anda pindahkan sehingga isi file sebelumnya menjadi berubah dengan isi file yang baru atau jika file yang baru dipindahkan kosong isinya, maka habislah semua. Tidak ada cara untuk mengembalikan file sebelumnya apabila Anda secara tidak sengaja menulis ulang file itu.

Menyalin File dan Direktori dengan “cp”

Dengan perintah mv, kita dapat memindahkan atau menamai ulang suatu file atau direktori, tetapi kita tidak dapat menduplikasi file itu. Perintah cp dapat membuat salinan baru dari suatu item yang telah ada.

Misal, kita dapat menyalin filejoko3 kepada suatu file baru yang semisal filejoko4 menggunakan perintah:

cp filejoko3 filejoko4

Tidak seperti operasi mv, di mana filejoko3 menjadi hilang, sekarang kita memiliki filejoko3 dan filejoko4.

Catatan: Adapun dengan perintah mv, dimungkinkan untuk menulis ulang suatu file apabila Anda tidak berhati-hati dalam penamaan file yang Anda gunakan sebagai target operasi. Misal, apabila filejoko4 sebelumnya sudah ada, isinya akan diganti dengan isi dari filejoko3.

Adapun untuk menyalin direktori, Anda harus menyertakan opsi -r kepada perintah tersebut. Ini singkatan dari “recursive”, karena menyalin direktori berikut semua isi direktori itu. Opsi ini adalah harus apabila yang disalin adalah direktori, tanpa menghiraukan apakah direktori itu kosong atau ada isinya.

Misal, struktur direktori rapa kepada suatu struktur baru yang disebut lagi, kita dapat mengetikkan perintah:

cp -r rapa lagi

Tidak seperti file, yang mana penggunaan tujuan yang sama akan mengarah kepada penulisan ulang, apabila target adalah suatu direktori yang telah ada, file atau direktori disalin kepada target:

cp filejoko1 lagi

Perintah ini akan menciptakan salinan baru dari filejoko1 dan menempatkannya di dalam direktori lagi.

Menghapus File dan Direktori dengan perintah “rm” dan “rmdir”

Untuk menghapus suatu file, Anda dapat menggunakan perintah rm.

Catatan: Anda harus ekstra hati-hati ketika menggunakan perintah destruktif seperti rm. Tidak ada perintah “undo” untuk tindakan ini sehingga file penting dapat terhapus secara tidak sengaja.

Untuk menghapus file secara reguler, gunakan perintah rm:

cd # ini untuk berpindah ke direktori home di mana filejoko4 berada
rm filejoko4

Demikian juga, untuk menghapus direktori kosong, kita dapat menggunakan perintah rmdir command. Perintah ini hanya akan berhasil apabila direktori tersebut kosong isinya. Misal, untuk menghapus direktori coba di dalam direktori cobain kita dapat mengetikkan perintah berikut:

rmdir cobain/coba

Apabila Anda ingin menghapus direktori yang ada isinya, Anda perlu menggunakan perintah rm. Tetapi kali ini Anda harus menambahkan opsi -r, yang menghapus semua isi direktori secara rekursif, sekaligus direktori itu sendiri.

Misal, untuk menghapus direktori lagi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, kita dapat mengetikkan:

rm -r lagi

Sekali lagi, perlu ditanyakan, apakah ini perintah yang sudah fix. Pastikanlah perintah yang Anda ketikkan adalah perintah yang memang ingin Anda eksekusi.

Mengedit File

Sekarang, kita mengetahui caranya bagaimana memanipulasi file sebagai objek, tetapi kita belum mempelajari bagaimana secara aktual mengeditnya dan menambahkan isi ke dalamnya.

Perintah nano adalah salah satu dari teks editor command-line di Linux yang paling sederhana, dan merupakan satu titik awal yang baik untuk pemula. Ia beroperasi sama seperti program less di atas, di mana ia menduduki terminal selama ia digunakan.

Editor nano dapat membuka file yang telah ada, atau menciptakan suatu file. Apabila Anda memutuskan untuk menciptakan suatu file baru, Anda dapat memberikannya suatu nama ketika Anda memanggil editor nano, atau memberi nama setelah selesai menulis isi file, yakni ketika Anda ingin menyimpan isi file tersebut.

Kita dapat membuka filejoko1 untuk diedit dengan mengetikkan perintah berikut:

cd # perintah untuk berpindah ke direktori home
nano filejoko1

aplikasi nano akan membuka file tersebut (yang saat ini kosong). Tampilannya kurang lebih seperti ini:


GNU nano 2.2.6                 File: filejoko1                                         








                                  [ Read 0 lines ]
^G Get Help   ^O WriteOut   ^R Read File  ^Y Prev Page  ^K Cut Text   ^C Cur Pos
^X Exit       ^J Justify    ^W Where Is   ^V Next Page  ^U UnCut Text ^T To Spell

Di bagian atas, kita memiliki nama aplikasi dan nama dari file yang sedang kita edit. Di bagian tengah, isi dari file, yang saat ini blank, ditampilkan. Di bagian bawah, kita memiliki sejumlah kombinasi kunci yang mengindikasikan beberapa kendali dasar untuk editor tersebut. Untuk setiap satu dari ini, karakter ^ bermakna tombol CTRL pada keyboard.

Untuk mencari pertolongan di dalam editor, ketiklah:

CTRL-G

Ketika Anda selesai menjelajahi menu pertolongan/help, ketik CTRL-X untuk kembali kepada dokumen Anda.

Ketiklah di dalam dokumen tersebut atau rubah teks apa saja yang hendak Anda rubah. Untuk contoh ini, kita hanya akan mengetikkan dua kalimat berikut:

Halo di sana.
Berikut ini adalah teksnya.

Untuk menyimpan hasil pekerjaan, kita dapat mengetik:

CTRL-O

Ini adalah huruf “o”, bukan angka nol. Perintah tersebut akan mengkonfirmasi nama dari file yang ingin Anda simpan:


File Name to Write: filejoko1                                                            
^G Get Help          M-D DOS Format       M-A Append           M-B Backup File
^C Cancel            M-M Mac Format       M-P Prepend

Seperti dapat Anda lihat, opsi di bagian bawah juga berubah. Ini adalah kontekstual, yang artinya ia berubah bergantung pada apa yang Anda coba lakukan. Apabila filejoko1 masih file yang ingin Anda tulisi, tekanlah “ENTER”.

Apabila kita membuat beberapa perubahan tambahan dan ingin menyimpan file tersebut dan keluar dari program, kita akan melihat prompt yang sama. Tambahkan suatu garis baru, dan kemudian coba untuk keluar program dengan mengetikkan:

CTRL-X

Apabila Anda belum menyimpan setelah melakukan perubahan, Anda akan ditanyai apakah Anda akan menyimpan perubahan yang Anda buat:

Save modified buffer (ANSWERING "No" WILL DESTROY CHANGES) ?
 Y Yes
N No ^C Cancel

Anda dapat mengetikkan “Y” untuk menyimpan perubahan Anda, “N” untuk mengabaikan perubahan dan keluar, atau “CTRL-C” untuk membatalkan operasi exit/keluar. Apabila Anda memilih untuk menyimpan, Anda akan disuguhi prompt file yang sama yang Anda terima sebelumnya, untuk mengkonfirmasi bahwa Anda ingin menyimpan perubahan tersebut kepada file yang sama. Tekan ENTER untuk menyimpan file tersebut dan keluar dari editor.

Anda dapat melihat isi file yang Anda ciptakan menggunakan program cat untuk menampilkan isi, atau program less untuk membuka file untuk dilihat. Setelah melihat dengan program less, ketiklah q untuk kembali ke terminal.

less filejoko1

Halo di sana.
Berikut ini adalah teksnya.
Dan ini baris barunya.

Editor lain yang dapat Anda gunakan adalah vim atau vi. Ini adalah editor yang lebih lanjut kegunaannya, tetapi belajarnya lebih lama. Apabila Anda pernah mendengar soal vim atau vi, tidak masalah kalau hendak menggunakan nano. Tetapi apabila ingin mempelajari cara menggunakan vim, bacalah panduan kami untuk menggunakan editor vim.

Kesimpulan

Sekarang, Anda seharusnya memiliki pemahaman dasar bagaimana cara berkeliling di server Linux dan bagaimana cara melihat file dan direktori yang tersedia. Anda seharusnya memahami bagaimana cara dasar untuk memanipulasi file yang akan membolehkan Anda untuk melihat, menyalin, memindahkan, atau menghapus file. Akhirnya, Anda seharusnya sudah terbiasa dengan beberapa pengeditan dasar menggunakan teks editor nano.

Dengan sedikit keahlian ini, Anda seharusnya sudah mampu melanjutkan untuk mempelajari panduan lain dan mempelajari hal yang paling penting dari server Anda. Dalam panduan berikutnya, kita akan mendiskusikan bagaimana melihat dan memahami permisi/izin di Linux.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Scroll to Top